fbpx

Sensasi Bungy Jumping Pertama Kali

ready-for-bungy-jump

Ini adalah perjalanan pertama saya ke Phuket, Thailand. Mendapat tiket murah Air Asia dan Nav, teman yang sama – sama gila jalan – jalan kita memutuskan langsung beli dan pergi pada bulan Mei 2012. Pada hari pertama, kami baru bangun pukul 11 siang. Ini memang liburan yang tidak ada plan sama sekali. Jadi, saat bangun kita bingung mau ngapain dan memutuskan untuk bertanya di resepsionis hotel tempat kami menginap apa yang bisa kami lakukan hari itu. Pihak resepsionis memberikan kami alternatif seperti pergi ke Phi Phi Island, jalan ke Old Town Market, atau merekomendasikan agar kita berkeliling pulau Phuket menggunakan motor. Tiba – tiba saya mendapat ide gila untuk bungee jumping. Seru, gila, menarik, dan belum pernah saya melakukan itu.

Jam 2 siang pengurus bungee jumping menjemput kami di hotel. Bayangan saya lokasi bungee jumping akan terletak di daerah yang natural, seperti dekat dengan danau atau pantai. Namun, tempat saya akan bungee jumping cukup mengecewakan. Lokasi di daerah sepi dan dekat dengan arena ring tinju. Kemudian, “kolam” dibawah tempat loncat kami hanya danau buatan dengan dekorasi tumbuhan palsu. Sangat jauh dari yang kami bayangkan. Sudah sampai sini mau gimana lagi, yang penting loncat saja deh.

Setelah membayar sekitar Baht 2,100 kita bersiap – siap. Dua kaki saya digabung dan dipasang pemberat dan tali. Mencopot seluruh aksesoris seperti jam tangan, gelang, atau anting untuk keamanan saat meloncat. Kemudian, saya dibantu untuk naik semacam lift untuk ke atas. Ketinggian Bungy Jumping adalah 60m. Cukup menegangkan lah. Sesampainya di atas saya melihat ke bawah seketika saya merasa takut. Rasanya deg deg-an dan panik. Saya langsung bilang ke pihak Bungy Jumping-nya saya perlu waktu 5 menit untuk menenangkan diri. “Ok, kalau gitu sini saya ajarin dulu sebelum loncat. Jadi, nanti posisinya benar”, kata pihak Bungy Jumping. Oke saya percaya, mulai saya berdiri dan loncat – loncat menghampiri dia berhubung dua kaki saya diikat. “Jadi, nanti tangan kamu dibentangkan lebar – lebar terus jangan nahan teriak. Nanti setelah aba – aba dari saya”. Braaakk! dia dorong saya tiba – tiba. Langsung lah saya jatuh dari ketinggian 60m. Semua kalimat kebon binatang keluar dari mulut saya sangking kagetnya. Yang dirasakan adalah darah dari bawah kaki langsung naik ke atas kepala, pusing, kaget. Saat itu saya ingin teriak tapi tidak bisa karena seperti ada yang menahan dada saya, akhirnya satu –satunya cara untuk mengeluarkan rasa sakit hanyalah dengan ketawa dan mengeluarkan semua kata – kata yang kebetulan semuanya kata – kata tidak sopan. Jadi, bila direkam mungkin backsound yang paling kencang terdengar adalah kata – kata sh*t, f**k, crap, holycow, dan lainnya yang harus di sensor.

Let's Jump!

Leave a Reply