fbpx

9 Tempat Hipster yang Wajib Dikunjungi saat Liburan di Padang

Setelah lebih dari 20 tahun akhirnya aku kembali ke padang. Berangkat dari keluarga besar dengan turunan Padang, sesungguhnya ini baru pertama kali aku menjelajahi kota ini. Sudah tidak sabar lagi untuk kembali datang dan lebih banyak bersapa dengan keluarga, belajar mengenai seluk beluk history perjalanan kakek nenek, dan yang tidak kalah pentingnya, slow travel melihat berbagai destinasi wisata. 

Kondisi yang mengharuskan kita #dirumahaja tentu tidak mudah bagi pemain – pemain wisatawan disana. Aku bisa membayangkan gimana sepinya, alun – alun Jam Gadang di Bukit Tinggi, yang biasanya menjadi pusat keramaian kota. Selain itu, Padang menjadi salah satu kota penuh sejarah kemerdekaan. 

Ini kenapa Padang adalah destinasi wisata yang menarik untuk kunjungi setelah pandemi COVID-19. Berikut tempat – tempat yang wajib kamu kunjungi saat berwisata di Padang.

Solat di Masjid Raya

Masjid ikonik di wilayah Sumatera Barat ini selain tahan gempa, bentuk atapnya di desain berupa atap segi empat dengan tiap sudut menjulang ke langit seperti Rumah Gadang. Masjid ini didesain oleh arsitek bernama Rizal Muslimin. Memiliki cukup banyak pintu, membuat masjid ini dijuluki dengan nama Masjid Seribu Pintu Angin.

Makan Ayam Pop di Restoran Family Benteng

Restoran ini berdiri pada tahun 1949 bernama Warung Makan Benteng. Tempat makan masih berbentuk warung dan berlokasi di dekat Benteng Ford de Kock yang merupakan bangunan peninggalan tentara Belanda di daerah Bukittinggi saat itu.

Selfie bersama Jam Gadang

Landmark kota Bukittinggi ini menjadi pusat keramaian warga, apalagi pada malam hari. Bayangkan saja seperti alun – alun Yogya. Nah, kalo yang ini pusatnya bukan 2 pohon beringin seperti di Yogya namun Jam Gadang. Di malam hari banyak orang berjualan, rekreasi, dan tempat anak muda nongkrong. Jam ini juga menjadi saksi dan pusat utama dari kemerdekaan negara Indonesia.

Benteng Fort de Kock

Benteng di atas Bukit Jirek ini awalnya bernama Sterrenschans. Kemudian namanya berubah menjadi Fort de Kock, oleh Hendrik Merkus de Kock, yang merupakan salah satu tokoh militer Belanda. Bangunan ini adalah kubu pertahanan pemerintahan Hindia Belanda menghadapi perlawanan rakyat dalam Perang Paderi yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol.

Indahnya Danau Maninjau dari Puncak Lawang

Danau Maninjau merupakan danau terbesar kedua di Sumatera Barat, dengan luas sekitar 100 km2. Dari Bukittinggi, Puncak Lawang bisa ditempuh selama 45 menit atau sekitar 22km dengan kendaraan. Selain itu, kamu bisa menikmati rekreasi seperti paragliding, flying fox, dan menikmati piknik di restoran khusus di lokasi. Jangan lupa membayar biaya masuk per orang Rp 10,000.

Jalan di versi Padang Great Wall of China

Di kota Bukit Tinggi terdapat versi lokal, Great Wall of China. Nama lokalnya sih Janjang Koto Gadang. Kalau dari arah Jam Gadang di Bukittinggi, lokasi Janjang Koto Gadang hanya 15 menit dengan kendaraan pribadi. Namun, bila kamu berangkat dari Kota Padang kamu harus berkendara sejauh 97 km atau 2,5 jam.

Lebar jembatan sekitar 2 meter, jadi kamu bisa leluasa jalan bersama teman – teman. Selain itu, ada 315 anak tangga yang akan kamu lalui. Terlihat mudah. Tetapi, siap – siap dengan botol minum, tenaga yang kuat, dan kamera karena kamu akan menjelajah 1km. Dari pintu masuk atau tangga pertama, kamu bisa melihat pemandangan kota Bukit Tinggi dari seberang. Yang paling mudah terlihat hotel di Bukittinggi yaitu Novotel, Bukittinggi dari kejauhan.

Terkesima melihat Istana Pagaruyung

Istana ini dulunya menjadi tempat tinggal pribadi kerajaan Pagaruyung. Sejak kerajaan Pagaruyung dihentikan pada tahun 1833, sudah tidak ada raja atau keluarga kerajaan yang tinggal di istana ini. Namun, bangunan megah ini menjadi salah satu kebanggaan dan pusat tradisi rakyat Minangkabau. Kamu juga bisa foto dengan memakai pakaian tradisional Padang yang banyak disewakan di tempat.

Menginap di rumah tradisional Gadang

Dahulu orang Padang menempati rumah dengan bentuk atap yang unik dan rumah yang tidak menyentuh tanah. Dahulu, bawah bangunan rumah yang kosong ini diperuntukkan untuk tempat peliharaan, seperti sapi dan babi tinggal, untuk menangkal adanya binatang liar yang berbahaya masuk kerumah. Sedangkan seluruh keluarga tinggal di ruang atau kamar atas.

Salah satu akomodasi rumah gadang unik dengan lokasi di tengah sawah yang patut kamu coba adalah Padi EcoLodge. Replika dari rumah Gadang dengan gabungan kenyamanan hotel bintang lima dan suasana ‘kemping’. Kenapa kemping? Karena kamu perlu jalan kaki dan menggotong tas atau koper kamu sekitar 500m untuk bisa mencapai daerah sawah dan vila. Lokasi yang cukup terpencil ini memang kadang bisa kebablasan saat mencari pertama kalinya. Seru bukan! Kalau kamu bingung tinggal dimana, tenang saja karena banyak pilihan hotel murah di Padang.

Mengunjungi  See Hin Kiong dan kuliner tur di Chinatown

Menjelang sore ke malam daerah ini semakin ramai! Banyak anak muda hangout dan nongkrong di kafe atau restoran terbaru. Warga dan wisatawan lokal biasanya menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kelenteng See Hin Kiong di Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat.

 

 

Accomodation di Padang

Padang adalah salah satu kota besar di Indonesia maka banyak pilihan akomodasi yang bisa kamu cek. Kita bisa pilih hotel bintang 5 hingga hotel murah di Padang. Semua ada sesuai dompetmu!

 

One thought on “9 Tempat Hipster yang Wajib Dikunjungi saat Liburan di Padang

  1. Sintia Astarina says:

    Wahh impianku tuh selfie sama Jam Gadang. Hahaha. Eh aku baru tahu soal Danau Maninjau. Asik juga bisa melihatnya dari ketinggian Puncak Lawang. Tapi di sana panas banget nggak, sih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *